Meningkatnya tren gaya hidup aktif dan partisipasi masyarakat dalam olahraga seperti lari maraton, bulu tangkis, sepak bola, dan bersepeda turut diiringi dengan peningkatan insiden cedera olahraga (*sports injury*). Cedera yang paling sering terjadi dan berpotensi menyebabkan kecacatan fungsi gerak jangka panjang adalah robekan ligamen silang depan (*Anterior Cruciate Ligament* / ACL) dan bantalan tulang rawan sendi lutut (*Meniscus*).

Di masa lalu, penanganan robekan ligamen lutut memerlukan operasi terbuka dengan sayatan lebar yang membutuhkan waktu pemulihan berbulan-bulan. Kini, Instalasi Bedah Sentral dan Poliklinik Ortopedi RSUD Tidar Kota Magelang telah menghadirkan teknologi **Artroskopi Sendi**—sebuah prosedur pembedahan minimal invasif canggih yang memberikan ketepatan diagnostik tinggi dengan trauma jaringan yang sangat minim.

Mengenal Cedera ACL dan Mengapa Tidak Boleh Dipijat Sembarangan

Ligamen ACL berfungsi sebagai stabilisator utama yang mencegah tulang kering bergeser ke depan terhadap tulang paha. Robekan ACL umumnya terjadi akibat gerakan memutar lutut mendadak saat kaki menapak kuat, melompat, atau berhenti tiba-tiba. Pasien biasanya mendengan suara "pop" pada lutut, diikuti pembengkakan hebat dan perasaan lutut "goyang" atau tidak stabil saat berjalan.

Kesalahan fatal yang sering dilakukan masyarakat adalah melakukan pemijatan atau urut tradisional pada sendi lutut yang baru saja mengalami cedera akut. Pemijatan pada fase inflamasi aktif justru akan memperparah perdarahan intra-artikular, merusak kapsul sendi, dan berisiko memicu infeksi jaringan dalam.

Layanan Unggulan Bedah Artroskopi RSUD Tidar

Melalui teknik artroskopi di Layanan Unggulan Bedah RSUD Tidar, dokter spesialis ortopedi hanya membuat 2 sayatan kecil sebesar lubang kunci (sekitar 0,5 cm) untuk memasukkan kamera fiber optik resolusi tinggi dan instrumen bedah mikro. Ligamen yang robek akan direkonstruksi menggunakan tendon pasien sendiri (*autograft*) dengan akurasi maksimal.

Pelajari Keunggulan Bedah Minimal Invasif

Keunggulan Artroskopi dan Peran Fisioterapi Pasca-Operasi

Keuntungan utama dari pembedahan artroskopi dibandingkan operasi terbuka konvensional adalah rasa nyeri pasca-operasional yang jauh lebih ringan, risiko infeksi yang sangat minimal, bekas luka yang secara estetika hampir tidak terlihat, serta masa rawat inap yang lebih singkat (rata-rata 2 hingga 3 hari).

Namun, keberhasilan operasi rekonstruksi ACL hanya menyumbang 50% dari total pemulihan pasien. 50% sisanya sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani program **Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi** secara konsisten untuk mengembalikan rentang gerak sendi (*Range of Motion*) dan kekuatan otot paha depan (*quadriceps*).

Fasilitas Penunjang Rehabilitasi Medik & Radiologi

Didukung oleh Fasilitas Penunjang Medis & Radiologi (CT-Scan/MRI) serta tim dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, RSUD Tidar siap mendampingi proses pemulihan atlet maupun masyarakat umum hingga dapat kembali beraktivitas normal. Untuk pertanyaan seputar jaminan BPJS atau prosedur operasi, kunjungi halaman Tanya Jawab (FAQ) RSUD Tidar.

Lihat Fasilitas Penunjang & Rehabilitasi
"Cedera sendi bukanlah akhir dari karier olahraga atau aktivitas aktif Anda. Dengan penanganan artroskopi modern dan rehabilitasi medik yang tepat, Anda dapat kembali melangkah dengan kuat dan percaya diri."